Analisis Efisiensi Pengeluaran Rumah Tangga: Fenomena Ngopi Pagi Sebagai Self-Reward di Kalangan Ibu Milenial
Published 2026-06-30
Keywords
- Efisiensi pengeluaran rumah tangga,
- Ngopi pagi,
- Self-reward,
- Ibu milenial,
- Akuntansi biaya
Copyright (c) 2026 Rina Marlina, Eka Wirajuang Daurrohmah, I Made Laut Mertha Jaya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
Efisiensi pengeluaran rumah tangga merupakan indikator penting dalam akuntansi manajemen yang digunakan untuk menilai keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dan utilitas yang diperoleh dimana transformasi gaya hidup akibat urbanisasi dan digitalisasi membuat pengeluaran rumah tangga khususnya pada sektor makanan dan minuman, mengalami peningkatan signifikan. Salah satu fenomena yang menyeruak adalah praktik ngopi pagi di kedai kopi modern sebagai bentuk self-reward di kalangan ibu milenial yaitu kelahiran tahun 1981 sampai dengan tahun 1996 yang menanggung peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus kontributor ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi pengeluaran rumah tangga milenial yang terlibat dalam fenomena ngopi pagi serta mengidentifikasi faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku tersebut, sekaligus mengkaji implikasinya terhadap kestabilan keuangan rumah tangga dalam perspektif akuntansi manajemen. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif yang memusatkan pada pengalaman subjektif ibu milenial dalam mengelola pengeluaran gaya hidup dan kebutuhan psikologis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan empat orang narasumber yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Hasil konseptual menunjukkan adanya ketegangan antara paradigma akuntansi keluarga tradisional yang menekankan dispilin anggaran ketat dengan kebutuhan self-reward sebagai mekanisme pemeliharaan kesehatan mental ibu milenial. Artikel ini mengusulkan paradigma Akuntansi Utilitas Emosional yang memandang pengeluaran ngopi pagi bukanlah semata-mata kebocoran anggaran melainkan investasi produktivitas yang bernilai selama diatur dalam batas efisiensi tertentu dimana pengeluaran minum kopi pagi dapat diintegrasikan sebagai biaya tetap psikologis dalam anggaran rumah tangga dengan mempertimbangkan manfaat emosional dan kontribusinya terhadap kinerja domestik dan ekonomi ibu milenial.
Downloads
References
- Bungin, B. (2003). Analisis data penelitian kualitatif: Pemahaman filosofis dan metodologis ke arah penguasaan model aplikasi. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.
- Hidayat, T. (2024). Fenomena coffee shop sebagai medium komunikasi populer di kalangan generasi muda urban. Jurnal Komunikasi, 12(1), 45–60.
- IdeKuliner. (2024, April 15). Menciptakan “third place”: Memahami peran kafe dalam masyarakat urban. Diakses dari https://idekuliner.com
- Jurnal Pendidikan Tambusai. (2025). Metode studi kasus kualitatif sebagai respons paradigma positivistik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 2706–2715. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/27066
- Kurniawan, B. (2024). Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga melalui ekonomi digital dan resiliensi keuangan. Jurnal Stebi, 22(3), 114–130.
- Parinding, M. G., & Malisan, S. (2021). Tren ngopi sebagai gaya hidup baru di kalangan generasi milenial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 101–115.
- Patty, V., & Irianto, G. (2013). Fenomenologi dalam penelitian akuntansi: Memberikan makna pada pengalaman subjektif. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 15(1), 45–58.
- Pratama, A., Wijaya, B., & Setiawan, R. (2026). Strategi efisiensi pengeluaran rumah tangga pada era digital: Tantangan ibu milenial. Jurnal Adma, 14(1), 57–72.
- Rahmawati, N., & Putri, A. (2025). Pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup ibu rumah tangga terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Jurnal Aksioma: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 2(2), 417–427.
- Sari, V. M., & Hidayat, M. (2025). Integrasi literasi keuangan dan perilaku konsumtif: Perspektif akuntansi keluarga. Jurnal Akuntansi & Manajemen, 19(2), 193–210.
- Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2008). Nudge: Improving decisions about health, wealth, and happiness. New Haven, CT: Yale University Press.
- Wulandari, R. (2025). Analisis peran coffee shop sebagai tempat ketiga (third place) bagi masyarakat urban. (Skripsi sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia).
- Zulfa, N. (2024). Coffee shop sebagai tempat healing dan pengisi waktu luang di kalangan dewasa muda. Jurnal Pariwisata dan Leisure, 3(1), 25–37.